Pages

Sabtu, 10 Maret 2012

Bertepuk Sebelah Tangan

Mungkin aku tak akan bisa seperti dirinya
yang mampu membuatmu merasa sempurna
Mungkin ku takkan mampu wujudkan pintamu
membaca dan mengerti apa yang kau cari

Inikah yang pantas aku dapatkan
terus tenggelam dalam kesepian, kesendirian

Kini ku terluka, kembali terluka
saat menyadari cintaku bertepuk sebelah tangan

Mencoba tuk bertahan menantikanmu mengharapkanmu
meski perih yang ku rasa, sakitnya tak tertahan
Inikah yang pantas aku dapatkan
terus tenggelam dalam kesepian, kesendirian..

Dilema - D'Masiv

Aku Masih Termenung
Di Tengah Kesepian
Berharap Sesuatu
Yang Tak Pasti

Engkau Sangat Menjeratku
Sungguh Ku Hanya Inginkan
Hatimu Yang Telah Termiliki

Iblis Di Dalam Dada Ini
Terus Mengusik Keyakinanku
Ku Bertanya Apakah Aku Bisa
Memiliki Hatinya

Aku Merasa Tenang
Saatku Mencoba Untuk
Selalu Membayangkan Wajahmu

Dia atau Aku

Ini waktunya untuk memilih
Dia atau aku yang kan kau pilih
meski perjuanganku tak sehebat dia
tak semahal dia tak sekeras dia
Tuhan tolong aku

Tuk yakinkan hatinya
buat dia memilihku
jadi cinta sejatinya
Kuakui ku terlahir
tak seperti dia
tapi ku punya cinta
yang mampu sejukkan hatinya

Ku takkan pernah beri kata puitis
karena ku bukanlah orang yang romantis
Ku takkan bisa seperti dia
Ku takkan bisa seperti dia
Ku takkan bisa seperti dia...

Sabtu, 03 Maret 2012

------

aku tak pernah peduli kau telah dimiliki
aku tak pernah mengerti kau memilih dia
lepaskan saja dia dan sambutlah aku
kan kuberikan semua yang kau inginkan

aku tak pernah peduli dan menyayangimu
aku tak pernah mengerti apa yang kau cari
dan minta saja padaku dan peluklah aku
kan kuberikan semua yang kau inginkan

ku takkan pernah menyerah tetap mencintaimu
aku tetap bertahan untuk dapatkan hatimu
ku takkan pernah menyerah tetap mencintaimu
aku tetap bertahan untuk dapatkan hatimu

Friend or Love?

Cinta, bagaikan cahaya yang menerangi saat gelap..
Namun mereka bisa datang dan pergi sesuka hati,
Tak peduli kita sedang senang atau sulit..
Cinta, indah di awal, sakit di akhir..

Tapi teman?
Teman bagaikan cahaya yang selalu ada,
Baik saat kita senang ataupun sedih.
Teman selalu menghibur dengan kata-katanya,
Dan senyumnya..

Cinta hanya menyenangkan kita,
Dengan ucapan-ucapan mesra tiada arti.
Pelukan hangat yang hanya sesaat,
Dan senyuman yang bagaikan sebuah topeng..

Tapi teman?
Teman mampu membuat kita tertawa saat bersama.
Berbagi cerita, satu sama lain.
Duduk melingkar, berpegangan tangan,
Menyongsong masa depan..

Kalau harus memilih,
Cinta atau teman,
Kalian sendiri bingung kan?
Tanya hati sendiri.. Jawaban hati nurani merupakan jawaban paling tepat..

But I choose....

Sabtu, 07 Januari 2012

I'm not Perfect

Bersyukur, semua orang harus bersyukur atas apa yang kini sudah mereka punya kan? Tapi, ada juga yang tidak puas dengan apa yang kini telah mereka dapatkan. Aku salah satunya yang terkadang tidak bersyukur dengan kelebihan atau kekurangan yang aku miliki.

Kenapa? Terkadang, aku merasa kekuranganku merupakan satu hal yang membuatku tidak terlalu terlihat istimewa di depan wanita. Tak perlu diberitahu, aku juga sudah sadar. Tak heran kalau aku hanya membiarkan 'mereka' pergi meninggalkanku layaknya sampah yang hanya digunakan saat butuh saja. Kalo kalian kuberitahu bagaimana 'bentuk' ku, pasti kalian juga tidak bakal mau deh ketemu denganku.. Hahaha.. Tidak, aku tidak separah seperti yang kalian bayangkan. Begini saja:

- Tidak tinggi
- Tidak terlalu pintar
- Gila Bola
- Juventini sampe mati, dukung Juventus
- Suka ngobrol, nulis, baca komik, mendam rasa, dengerin curhat orang, dll
 ..........


Ciri yang pertama mungkin selalu menjadi penyebab kenapa aku tidak bersyukur dengan apa yang ada denganku sekarang. Kadang aku berpikir, kenapa aku tidak terlahir dan tumbuh menjadi laki-laki tinggi, berkulit putih, pintar, jago basket, dan punya senyuman yang bahkan bisa buat kucing betina cinta setengah mati.

Yang buat aku heran sampe sekarang: "KENAPA RATA-RATA CEWEK SUKA COWOK PEMAIN BASKET HA?!!"

Padahal, sejujurnya PEMAIN BOLA JUGA GAK KALAH KEREN BOS! Biar kulitnya hitam, pendek, tapi mereka selalu BERJUANG lebih keras! Bukan hanya bisa menebar pesona dengan tinggi tubuh ditambah kulit putih! Aku saja heran dengan prinsip kebanyakan perempuan di Indonesia, mungkin begitu.

Intinya, yang namanya cinta sejati itu tidak hanya bisa dilihat dari betapa dekatnya kalian sebelum hari ini dan seterusnya! Yang keren juga bukan hanya pris berkulit putih, tinggi, dan jago main basket aja kan? Terkadang (maaf) pria berkulit gelap, jago main bola, pendek, tapi punya KESETIAAN BERLEBIH!

Jangan pernah pandang sebelah mata, siapapun yang dekat denganmu! Seburuk apapun dia! Jangan pikir kalo kamu itu makhluk sempurna, dan seenaknya menyakiti perasaan orang lain. Boleh saja kamu kejar dan nunggu cowok keren itu, yang entah sekarang ada di ujung dunia sekalipun, dan menelantarkan dan menganggap sampah orang yang selama ini mengharapkanmu! Kelak hukum karma berlaku, bro! Sekarang kau membuangku, tapi besok, kau yang terbuang! Percayalah, teman!








P.S: Iye, saya emang rada kagak suka ama pemain Basket yang tinggi dan sok ganteng! Bagaimanapun bentuknya! Jadi, yah, saya tulis aja deh itu semua. Tapi tenang, saya cuma mengungkapkan perasaan emosi saya aja.. Jangan serius bacanya ^^

You hear it?


Mungkin itulah yang namanya cinta sejati. Sayangnya, di kamus hidupku tidak ada yang namanya cinta sejati dan abadi. Tak terhitung sudah berapa kali aku bertemu perempuan-perempuan cantik dan pintar seperti impianku. Tapi, selalu saja ada hal yang dapat menghancurkan semua impianku untuk mendapatkan salah satu dari mereka. Mulai dari; Perbedaan pendapat, merasa tidak cocok saat sudah dekat, beda jalan, atau aku biarkan dia bersama laki-laki lain. Atau, kematian yang memisahkan.

Sejujurnya, aku tak pernah rela untuk melepas perempuan idamanku. Namun, sifatku yang lemah dan malah terkadang selalu ikut bahagia di saat sang idamanku bahagia. Dia senang dengan laki-laki yang sesuai keinginannya, aku malah ikut senang. Aku tetap diam, dan jarang sekali berinteraksi dengannya. Bertatapan secara tak sengaja, itu sering sekali. Mau bagaimana lagi? Lirikan mataku tidak akan bisa memberitahukan padanya tentang perasaanku padanya yang telah lama aku pendam.

Puas telingaku mendengar semua godaan di dunia luar. Sudah puas aku menahan amarah diriku untuk menahan rasa marah padanya. Memang bukan hakku untuk memaksanya membalas cintaku.

Aku bukan tipe laki-laki yang mudah terbawa emosi. Ekspresi marah, sedih, menangis, terluka, semuanya mampu aku sembunyikan di balik topeng tebal bernama senyuman. Untungnya mereka semua tidak tahu itu. Aku tidak suka kalau harus mengatakan semua kisahku pada mereka yang tidak bisa dipercaya. Di dunia ini tidak ada yang bisa dipercaya sepenuhnya kan?